Istilah Istilah Dalam Google Analytics

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Istilah Google Analytics

Sudah coba buka akun Google Analytics anda?

Sudah melihat laporan dan data apa saja di dalamnya?

Apakah anda memahami setiap data yang ada disana?

Pertanyaan terakhir mungkin tidak semua orang akan menjawab “Ya”. Karena memang bagi yang awam, data di Google Analytics memang membingungkan. Karena ada sangat banyak data dan juga istilah yang tidak dipahami dan tidak setiap hari kita dengar.

Maka dari itu, sebelum anda membaca laporan yang ada di Google Analytics, anda mesti memahami apa saja data yang ada di dalamnya, apa makna data tersebut dan bagaimana sebaiknya menggunakan data itu.

Pada artikel ini Anda akan belajar tentang istilah yang sering digunakan di Google Analytics berikut tentang pembahasan data apa saja yang ada di dalamnya.

Pengenalan Tentang Dimensions dan Metrics

Ada dua tipe data di Google Analytics: yaitu dimensions dan metrics. Setiap report dalam Google Analytics pasti mengandung dua tipe data ini, biasanya dalam bentuk tabel.

Setiap baris pada tabel laporan GA merepresentasikan dimensions, dan setiap kolom di report GA merepresentasikan metrics. Seperi contoh dibawah ini:

Dimensions dan Metrics

Mengenal Dimensions di Google Analytics

Dimensions adalah atribut dari setiap aktifitas visitor yang direkam di dalam website anda. Sebagai contoh, ada seorang pria di Jakarta berumur sekitar 25-34 tahun yang mengunjungi website anda setelah mengklik salah satu hasil pencarian di Google.

Dia mengunjungi website Anda dengan menggunakan Google Chrome App yang terinstall di smartphone Android.

Nah, dari aktifitas visitor di atas kita dapat mendefinisikan beberapa dimensions seperti berikut:

Gender – Male
Age – 25-34
City – Jakarta
Source / Medium – Google / Organic
Browser – Chrome
Device Category – Mobile
Operating System – Android

Gender, Age, City, Source / Medium, Browser, Device Category dan Operating System merupakan dimesions yang bisa Anda temukan di Google Analytics karena semua hal itu bisa mendeskripsikan aktifitas user di website Anda.

Sehingga Anda bisa mengetahui karakteristik visitor sebagai bahan analisis nantinya.

Mengenal Metrics di Google Analytics

Metrics adalah sebuah ukuran berupa angka yang digunakan untuk mengukur salah satu karakter dalam sebuah dimensions.

Setiap dimensions bisa memiliki beberapa karakteristik. Sebagai contoh, berikut adalah beberapa karakteristik dalam dimensions “Source / Medium”:

  1. Sessions
  2. % New Sessoins
  3. New Users
  4. Bounce Rate
  5. Pages / Sessions
  6. Avg. Sessions Duration
  7. Goal Conversion Rate
  8. Goal Completions
  9. Goal Value

Sessions, % New Sessions, New Users, Bounce Rate, dll merupakan kumpulan metrics di Google Analytics karena semua itu adalah karakteristik dalam sebuah dimensions “Source / Medium”.

Perbedaan Antara Dimensions dan Metrics Pada Google Analytics

Perbedaan #1

Meskipun dimensions dan metrics sama-sama menunjukkan karakter dan aktifitas visitor di website Anda, tapi keduanya memiliki perbedaan dalam beberapa hal seperti:

– Cara konfigurasi datanya

– Cara mengumpulkan datanya

– Cara memproses datanya

– Cara melaporkan datanya

Keduanya tidak bisa ditukar posisinya. Sebagai contoh, Anda tidak bisa menggunakan dimensions sebagi metrics, begitu pula sebaliknya.

Perbedaan #2

Di Google Analytics, dimensions memberikan konteks untuk metrics dan juga menunjukkan arti dari metrics tersebut.

Sebuah metrics tidak bisa berdiri sendiri tanpa dimensions karena tidak akan menunjukkan apapun.

Sebagai contoh, metrics “Sessions” tidak akan berarti apapun jika tidak disandingkan dengan sebuah dimensions, metrics tersebut baru bisa memberikan suatu penjelasan ketika digunakan bersamaan dengan sebuah dimensions seperti “source / medium”, “city”, “browser”, dan lain sebagainya

Perbedaan #3

Porsi metrics pada report Google Analytics mendapatkan tempat lebih banyak karena merepresentasikan beberapa karakteristik dalam sebuah dimensions.

Metrics pada report Google Analytics terdiri dari tiga kategori sebagai berikut:

  • Acquisition – menunjukkan bagaimana visitor tiba di website Anda
  • Behavior – menunjukkan bagaimana interaksi visitor di website Anda
  • Conversions – menunjukkan konversi yang terjadi dari setiap visitor di website Anda

Dimensions dan Metrics

Contoh dari Metrics kategori Acquisitions:

  1. Sessions
  2. % New Sessions
  3. New Users

Contoh dari Metrics kategori Behavior

  1. Bounce Rate
  2. Pages / Sessions
  3. Avg. Session Duration

Contoh dari Metrics kategori Conversions

  1. Goal Conversion Rate
  2. Goal Completion
  3. Goal Value

Perbedaan #4

Berbeda dengan dimensions, tidak semua metrics dapat ditampilkan pada report Google Analytics.

Sebagai contoh, metrics “Page Value” hanya bisa tampil pada report tertentu di Google Analytics. Ini terjadi karena Google Analytics menggunakan model atribusi yang berbeda pada setiap report untuk menghasilkan kumpulan metrics tertentu untuk setiap report tertentu (akan dijelaskan lebih detil di artikel berbeda)

Perbedaan #5

Sebuah dimensions bisa memiliki beberapa scope seperti “Hit”, “Sessions”, “User” atau “Product”.

Sementara metrics hanya bisa memiliki dua scope, antara “Hit” atau “Product”. Penjelasan tentang scope akan dibahas lebih detil nantinya di artikel ini, silahkan baca sampai selesai.

Perbedaan #6

Value (nilai) dari sebuah dimensions merupakan tipe data ‘text’. Sementara nilai dari sebuah metrics adalah data yang berupa angka atau ‘integer.

Predefined dimensions

Bagi yang sudah sering buka Google Analytics pasti sudah mengetahui beberapa dimensions standar yang ada di GA, seperti Country, Browser, Devices dan lain sebagainya.

Semua dimensions standar yang sudah ada di GA itu disebut sebagai Predefined dimensions, sudah tersedia dan siap digunakan tanpa perlu pengaturan lagi.

Nah, jika kita ingin mengukur suatu atribut user yang tidak bisa diukur dengan dimensions standar di GA, kita bisa membuatnya sendiri dengan menggunakan fitur Custom Dimensions (Akan dibahas detil cara pembuatannya di artikel lain).

Primary and Secondary Dimensions

Di setiap laporan standar di Google Analytics pasti berisi angka-angka ukuran untuk dimensions tertentu.

Bagaimana jika kita ingin mengetahui nilai ukuran dari kombinasi dua dimensions seperti City dan Browser, misalnya kita ingin mengetahui berapa banyak sessions yang masuk ke website kita dari user yang berasal dari Jakarta dan menggunakan Chrome sebagai browsernya.

Kita bisa mendapatkan info tersebut dengan menggunakan “City” sebagai primary dimensions dan “Browser” sebagai secondary dimensions yang bisa diakses di hampir semua laporan standar di Google Analytics.

Primary dan Secondary dimensions ini tidak hanya terbatas pada Predefined dimensions saja, kita juga bisa menggunakan Custom dimensions sebagai primary atau secondary dimensions.

Scope, Hit, Session, dan Product pada Google Analytics

Google Anaytics Scope

Scope

Dalam terminologi Google Analytics, Scope merupakan karakteristik dari sebuah dimensions ataupun metrics. Karakteristik ini berkaitan dengan cara mendefinisikan dan juga cara pengumpulan datanya di Google Analytics.

Hit

Hit adalah sekumpulan interaksi di website anda yang menghasilkan kumpulan data yang dikirimkan ke server Google Analytics untuk diproses.

Google Anaytics Hit

Bisa diibaratkan hit itu seperti sebuah box yang berisi berbagai macam data dalam bentuk mentah yang berupa interaksi apa saja yang terjadi kemudian box ini pun dikirim ke pabrik pengolahan untuk diproses lebih lanjut sehingga dihasilkan data yang lebih terdefinisi sehingga bisa dianalisis.

Session

Session bisa diartikan sebagai kumpulan dari beberapa hits yang merupakan rekaman aktifitas dari user yang sama pada periode waktu tertentu.

Ketika Google Analytics mendeteksi tidak ada aktifitas sama sekali dari seorang user maka sistem akan mengakhiri session tersebut dalam jangka waktu tertentu dan membuat session yang baru jika kemudia user tersebut kembali melakukan aktifitas di website Anda.

Google Anaytics Session

Default rentang waktu dari session di Google Analytics adalah 30 menit. DImana pengaturan ini bisa dirubah jika di website anda terdapat konten yang butuh lebih dari 30 menit untuk melihat keseluruhan isinya, contoh: video yang berdurasi lebih dari 30 menit.

User

User merupakan level data tertinggi di Google Analytics, yang berupa kumpulan dari beberapa sessions dari user yang sama.

Data di level user ini sangat vital perannya pada setiap laporan di Google Analytics karena data ini berisikan histori dari setiap aktifitas yang terjadi dan saling menghubungkan satu dengan lainnya.

Google Anaytics User

Seorang user diidentifikasikan dengan menggunakan sebuah angka/huruf anonim yang kemudian disebut sebagai Client ID.

Cliend ID ini akan dikirimkan ke server Google Analytics di waktu yang bersamaan saat data hit dikirimkan. Kemudian data hit tersebut akan dikelompokkan dalam sebuah grup/sessions dan kemudian kelompok data ini akan diasosiasikan ke sebuah Client ID sehingga kita dapat melihat runtutan aktifitas dari seorang user berdasarkan histori waktu tertentu.

Product

Data pada level Product hanya tersedia jika anda menggunakan Google Analytics Enhanced Ecommerce. Level data ini umumnya berisi detil dari suatu produk, dimana setiap produk bisa memiliki set data yang berbeda.

Klasifikasi Dimensions Berdasarkan Scope

Berdasarkan pembahasan scope diatas, Google Analytics mengklasifikasikan dimensions ke dalam 4 kategori berdasarkan scope-nya:

  1. Hit Level Dimensions.
  2. Session Level Dimensions.
  3. User Level Dimensions.
  4. Product Level Dimensions.

Kita akan bahas satu per satu:

#1 Hit Level Dimensions

Sesuai dengan definisi hit sendiri yang telah dibahas diatas, berikut bebepa dimensions yang termasuk dalam “hit level scope”:

Page

  • Page
  • Page Title
  • Page Path Level 1
  • Landing Page

Event

  • Event Category
  • Event Action
  • Event Label

Technology

  • Browser
  • Internet Provider
  • Dan lain sebagainya

#2 Session Level Dimension

Session level dimension mendeskripsikan atribut dari sebuah session. Berikut beberapa contoh dimensions yang termasuk dalam sessions level level dimensions:

Source / Medium:

  • Source
  • Medium
  • Source / Medium

Traffic Type:

  • Organic
  • Direct
  • Referral
  • Dan lain sebagainya

#3 User Level Dimension

Dimensions yang termasuk pada user level dimensions menjelaskan suatu aspek dari seorang user. Berikut beberapa contoh umumnya:

User Type

  • New User
  • Returning User

Geographic Location

  • Country
  • City

#4 Product Level Dimension

Dimensions yang termasuk pada level Product ini merupakan atribut dari suatu produk yang menjelaskan detil dari produk tersebut, contohnya:

  • Product Name
  • Product SKU
  • Product Category
  • Product Brand
  • Transaction ID
  • Product List Name
  • Product list Position

Predefined Metrics

Predefined metrics adalah sekumpulan metrics yang sudah tersedia di Google Analytics tanpa perlu melakukan konfigurasi atau pengaturan tambahan. Anda bisa langsung menggunakannya untuk melakukan analisis.

Berikut beberapa contoh predefined metrics yang umum:

Metric #1 – Sessions

Pada pembahasan sebelumnya Sessions dikaitkan sebagai level dari sebuah data.

Tapi dalam konteks metrics, sessions merupakan perhitungan jumlah kunjungan ke website Anda dalam kurun waktu tertentu.

Sessions Google Analytics

Sebagai contoh, misalkan ada seorang pengunjung website bernama Budi, dia mengunjungi website kita melalui sebuah iklan dan masuk ke halaman homepage, karena dia tertarik dengan apa yang ditawarkan disana diapun berniat kontak kita dan masuk ke halaman kontak.

Google Analytics akan merekam aktivitas Budi tersebut sebagai sebuah session.

Secara default, sessions akan kadaluarsa jika dalam waktu 30 menit tidak ada aktivitas apapun dari Budi di website kita.

Jika Budi hanya membuka halaman homepage saja dan tiba-tiba ada keperluan mendadak dan baru kembali satu jam kemudian dan kemudian membuka halaman kontak, maka akan terhitung sebagai 2 sessions.

Anda bisa baca penjelasan lebih lengkap tentang bagaimana Google Analytics menghitung sessions disini.

Metric #2 – Users

Jika pada level data yang dibahas sebelumnya pengertian users adalah level data tertinggi. Dalam konteks metrics users adalah mereka yang pernah mengunjungi website kita setidaknya 1 kali. Yang diasosiasikan dalam bentuk Client ID yang unique.

Users Google Analytics

Dalam kebanyakan kasus bisa dianggap sebagai Sessions yang unik. Misalkan dalam satu hari tercatat 5 buah kunjungan website masing-masing oleh Budi pada jam 7 pagi, Steven jam 8 pagi, Toni jam 10, Budi lagi jam 1 siang, dan George jam 2 siang. Google Analytics akan menghitung sebanyak 4 users, karena Budi yang berkunjung 2 kali dihitung sebagai 1 user.

Metric #3 – Pageviews

Setiap halaman website yang terbuka akan dihitung sebagai pageviews. Halaman yang sama namun dibuka berulang-ulang kali juga akan terhitung sebagai pageview.

Pageviews Google Analytics

Misalkan Budi membuka halaman Home, Kontak, Tentang, kembali ke Home, Produk, dan kembali lagi ke Kontak. Interaksi Budi dengan website kita tersebut akan menghasilkan 6 pageviews.

Metric #4 – Unique Pageviews

Berbeda dengan Pageviews, Unique Pageviews hanya menghitung halaman website yang unik.

Unique Pageviews Google Analytics

Pada contoh yang sama dengan sebelumnya, Google Analytics akan menghitung 4 unique pageviews. Mengapa? Karena halaman Home dan Kontak yang dibuka Budi sebanyak masing-masing 2 kali hanya dihitung masing-masing 1 saja. Perhatikan gambar di bawah.

Metric #5 – Bounce Rate

Bounce rate atau rasio pentalan adalah persentase kunjungan yang hanya membuka 1 halaman website saja.

Bounce rate adalah salah satu istilah Google Analytics yang sulit untuk langsung dipahami. Datanya akan disajikan dalam bentuk persen. Misalkan ada lima pengunjung dengan aktivitas sebagai berikut:

  • Budi mengunjungi halaman Home, Kontak, dan Produk.
  • Steven mengunjungi halaman Home saja.
  • Toni mengunjungi halaman Kontak saja.
  • George mengunjungi halaman Produk dan Kontak.

Bounce Rate Google Analytics

Dari 4 kunjungan tersebut, pengunjung yang dianggap “mental” oleh Google Analytics adalah Steven dan Toni. Alasannya karena mereka hanya membuka 1 halaman website saja.

Bounce rate dihitung dengan rumus Jumlah Kunjungan yang hanya membuka 1 Halaman di bagi total Kunjungan yang ada dikali dengan 100%. Dalam contoh di atas, nilai bounce ratenya adalah 50% karena 2 dari 4 kunjungan hanya membuka 1 halaman website saja.

Klasifikasi Metrics Berdasarkan Scope

Sama seperti Dimensions, Google Analytics juga mengklasifikasikan metrics berdasarkan scope-nya, yaitu:

  1. Hit Level Metrics
  2. Product Level Metrics

Berikut penjelasannya:

#1 Hit Level Metrics

Metics yang berada pada level hit merupakan ukuran dari interaksi yang berada pada level hit juga, contohnya adalah:

  • Sessions
  • % New Sessions
  • Bounce Rate
  • Avg. Sessions Duration
  • dan lain sebagainya

#2 Product Level Metrics

Metics yang berada pada level product merupakan ukuran dari aktifitas di website yang terjadi pada level product, contohnya adalah:

  • Product Revenue
  • Unique Purchase
  • Quantity
  • Average Price
  • Product refund amount
  • dan lain sebagainya

Kombinasi Dimensions dan Metrics

Tidak semua dimensions dan metrics bisa dikombinasikan untuk setiap report. Hanya dimensions dan metrics yang berada dalam satu scope saja yang bisa dikombinasikan bersamaan.

Dengan mengetahui hal tersebut kita bisa mengecek validnya data dari setiap report. Karena akan ada kombinasi dimensions yang valid dan juga yang tidak valid seperti:

  • Kombinasi Dimensions “User Type” dengan Metrics “Users”
  • Kombinasi Dimensions “Source” dengan Metrics “Users”

Kombinasi yang pertama bisa dianggap sebagai laporan yang valid karena dimensions dan metrics nya berada dalam scope yang sama yaitu users.

Kombinasi yang kedua bukanlah laporan yang valid karena berada dalam scope yang berbeda, kita tidak bisa mengkombinasikan Dimensions “Source” dengan Metrics “Users” karena “source” berada pada scope “Session” sedangkan “Users” berada pada scope “User”.

Kesimpulan

Setelah mengetahui berbagai istilah Google Analytics diatas, anda bisa lebih memahami makna dari setiap data yang ada di Google Analytics dan kemudian bisa memilah data mana yang anda butuhkan dan bagaimana kombinasi data yang valid.

Ketika digunakan dengan dasar kemampuan analisis yang akan dibahas pada chapter lain, anda bisa membuat laporan apapun yang anda butuhkan dengan lebih mudah dan terstruktur.

Giliran Anda

Silahkan eksplorasi lagi dimensions dan metrics lainnya yang belum sempat dibahas disini, dan jika Anda punya pertanyaan silahkan tuliskan di komentar, kita akan bahas bersama.