Panduan Memasang Google Analytics di Website dan Cara Validasinya

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Pasang Google Analytics

Cara termudah untuk memahami digital analytics adalah dengan mempelajari Google Analytics dan langsung praktek menggunakan tools ini untuk mengukur statistik website Anda.

Google Analytics sudah menjadi aplikasi wajib bagi setiap digital marketer ataupun website owner yang sangat membantu untuk memonitor kinerja campaign dan website anda.

Pada artikel kali ini akan dibahas mengenai langkah awal penggunaan Google Analytics yang mencakup cara memasangnya di website anda dan juga cara memvalidasi apakah tracker dari Google Analytics sudah berjalan dengan baik dan siap digunakan.

Langsung kita mulai saja tutorialnya:

Cara Buat Akun Baru di Google Analytics

Bagi anda yang belum punya akun di Google Analytics, segera buat sekarang juga. Kabar baiknya sampai saat ini kita bisa menggunakan GA secara gratis.

Syarat utama pembuatan akun GA tentu saja anda harus punya email di Gmail.

Saya tidak akan bahas cara pembuatan email disini.

Langsung saja…

Anda bisa membuat akun GA baru di link dibawah ini:

-> https://www.google.com/analytics/

1. Anda tinggal login menggunakan akun Gmail anda dan pilih Sign Up

daftar google analytics

2. Dan silahkan isi dengan data-data website Anda:

cara daftar google analytics

Selamat… Anda pun sudah memiliki akun Google Analytics yang siap digunakan.

Struktur Hirarki Google Analytics

struktur hirarki google analytics

Bagi Anda yang baru pertama kali menggunakan Google Analytics mungkin akan bingung dengan struktur hirarkinya.

Di dalam akun GA anda terdapat 3 struktur utama yaitu Accounts,  Properties dan Views

Pertanyaanya adalah?

Bagaimana cara pengaturan yang benar agar anda bisa dengan mudah dan cepat mendapatkan informasi yang anda mau di Google Analytics.

Jika anda sudah sering bermain dengan Google Adwords ataupun Facebook Ads anda pastik akan lebih cepat memahami struktur ini, karena sangat mirip.

Untuk mempermudah anda mengerti struktur ini, kita akan menggunakan contoh website yang kita beri nama “Klinik Mata Bandung”.

Di klinik tersebut tentu ada beberapa dokter spesialis dan juga pegawai lain yang bekerja disana, Dr. Andi adalah salah satunya. Mari kita anggap Dr. Andi juga punya website pribadinya sendiri.

Ratna, seorang manager marketing disana ditugaskan untuk membuat akun Google Analytics baru untuk mengukur performa kedua website ini.

Mari kita bahas satu per satu:

Account

Saat Ratna mendaftarkan akun Google Analytics baru, dia pertama kali akan melihat account. Account ini adalah level teratas pada struktur di Google Analytics, kalau di Adwors ataupun Facebook Ads disebut sebagai Campaign.

Ratna memberikan nama account ini dengan “Klinik Mata Bandung”. Ratna dapat menggunakan akun ini untuk mengatur satu atau banyak website. Tapi kali ini dia akan menggunakannya untuk mengatur dua website. Karena itu, dia akan membuat dua properti di dalam akun ini.

Property

Di Google Analytics, “properties” adalah website yang akan anda monitor di dalam account anda. Karena Ratna akan mengatur website untuk “Klinik Mata Bandung” dan juga untuk website Dr Andi, dia akan membuat dua properties dalam akunnya.

Masing-masing website (property) dalam akun akan memiliki tracking code sendiri yang akan digunakan Google Analytics untuk mengumpulkan data website.

View

View adalah level ketiga yang akan anda lihat di Google Analytics ketika anda mengklik salah satu property dalam account anda. Di dalam view inilah tersimpan laporan performa website anda. Ketika anda membuat property baru, secara otomatis anda akan memiliki satu view, anda bisa menambahkan beberapa view dalam satu property jika anda membutuhkannya.

Ada beberapa alasan mengapa sebaiknya anda membuat beberapa view dalam satu website. Karena dalam view ini anda bisa membuat filters untuk membuat beberapa versi data.

Contohnya, jika Anda tidak ingin data dari pegawai Anda yang juga membuka website Anda tampil di laporan anda bisa membuat versi view dengan filter tersebut.

Saran dari saya, buatlah minimal tiga view untuk satu property.

View #1 – Master View

View inilah yang akan sering anda lihat untuk membaca performa website Anda. Di dalam view ini bisa terdapat filter tertentu maupun tidak.

View #2 – Test View

Jika anda ingin membuat filter tertentu seperti meng-exclude website spam ataupun exclude traffic source tertentu tapi anda belum yakin apakah setting anda sudah benar atau tidak anda bisa melakukannya disini tanpa takut merusak data utama Anda.

View #3 – Unfiltered View

Di dalam view inilah tersimpan data original anda yang tidak pernah diganggu sama sekali. View ini berguna sebagai backup data anda jika suatu saat anda membutuhkannya.

Kembali ke contoh kita sebelumnya, Ratna memiliki 3 view untuk masing-masing property, seperti di bawah ini:

Property #1: Klinik Dokter Mata Website

  • View #1: Klinik Dokter Mata – Master View
  • View #2: Klinik Dokter Mata – Test View
  • View #3: Klinik Dokter Mata – Unfiltered View

Property #2: Dr Andi Website

  • View #1: Dr Andi – Master View
  • View #2: Dr Andi – Test View
  • View #3: Dr Andi – Unfiltered View

Jika Dr Andi hanya ingin menampilkan data organic traffic saja, Ratna tinggal menggunakan filter dan menambahkan filter organic traffic pada Master View.

Jika ternyata Ratna menyadari ada kesahalan pada saat pembuatan view, dia tetap punya data cadangan dari Unfiltered view yang telah dibuat sebelumnya.

Itulah gunanya Anda punya beberapa view dalam satu property di Google Analytics.

Cara Install Tracking Code Google Analytics ke dalam website.

Setelah anda membuat property baru seperti bahasan sebelumnya, tentunya anda akan mendapatkan tracking code yang unik khusus untuk website Anda.

Tracking code ini harus dipasang di semua halaman di website Anda agar Google Analytics dapat merekam semua data di setiap halaman.

Kecuali jika website Anda berupa Landing Page yang hanya memiliki satu halaman saja, maka tracking code cukup dipasang di halaman itu saja.

Jika website anda berupa CMS (Content Management System) seperti wordpress ataupun CMS lain, cara terbaik agar tracking code bisa terpasang di setiap halaman tanpa repot adalah dengan menaruh tracking code tersebut di header.

Singkatnya adalah tempatkan tracking code tepat sebelum penutup head .

Saya akan membahas tiga cara memasang tracking code ke dalam website anda:

Cara #1 – Pasang tracking code secara manual langsung ke dalam website.

Anda memerlukan akses ke cpanel website untuk memasang code ini langsung ke file header, atau bisa juga menggunakan ftp.

Silahkan cari file header di website anda dan tempatkan tracking code tepat sebelum closing head .

Masing-masing website memiliki struktur yang berbeda, jadi anda harus cari sendiri dimana lokasi header dalam website Anda.

Jika anda menggunakan wordpress, Anda bisa langsung menambahkan tracking code melalui themes editor.

Appearance >> Editor

Biasanya lokasi ada di dalam file header.php. Silahkan cari file tesebut dan pasang tracking code anda disana lalu Save.

Beberapa theme wordpress juga menyediakan option khusus untuk memasukkan tracking code tanpa mengedit templatenya lewat editor.

Jika theme yang anda gunakan menyediakan option ini silahkan pasang tracking code anda disana.

Anda juga bisa menggunakan plugin, ada banyak sekali pilihan plugin untuk memasang tracking code Google Analytics. Silahkan pilih yang paling sesuai dengan anda.

Cara #2 – Pasang tracking code lewat Google Tag Manager

Dengan adanya Google Tag Manager, kita bisa meminimalisir hal-hal teknis yang berkaitan dengan pemasangan script di website kita. Salah satunya tentu saja untuk pemasangan tracking code Google Analytics.

Sebelum kita lanjutkan, anda harus punya dulu Akun Google Tag Manager.

Silahkan daftar lewat link dibawah:

-> https://tagmanager.google.com/#/admin/accounts/create

Struktur Tag Manager hampir sama dengan Google Analytics, tapi hanya sampai pada level container saja. Dimana dalam satu account bisa memuat banyak container.

Di level container inilah anda bisa membedakan website mana yang akan di manage dengan tag manager.

Langsung saja buat akun anda seperti contoh dibawah:

setup tag manager

Lalu beri nama container anda sesuai nama website dan pilih web. Lalu klik CREATE.

setup tag manager

Selamat, anda pun sudah memiliki akun Google Tag Manager.

Selanjutnya anda akan diberikan script yang harus anda pasang di dalam website anda.

Caranya sama dengan cara memasukkan script Google Analytics secara manual seperti yang sudah dibahas diatas.

PERHATIKAN

Jangan memasang kedua script tersebut dalam website yang sama. Jika anda berniat menggunakan Google Tag Manager untuk memasang Google Analytics maka silahkan hapus tracking code jika sebelumnya sudah ada di website anda.

Hal ini perlu dilakukan untuk menghindari double count yang akan mengganggu data anda. Karena jika anda pasang keduanya Google Analytics akan menghitung double traffic maupun interaksi yang masuk ke website Anda.

Resikonya, traffic anda akan terlihat banyak padahal itu bukan kondisi sebenarnya. Tapi karena anda salah memasang tracking code. Analisis anda akan kacau nantinya.

Selalu ingat untuk pilih salah satu saja.

Setelah script Tag Manager terpasang, anda bisa ikuti langkah dibawah ini untuk pemasangan Google Analytics:

Langkah #1 – Buat Variable

Buatlah sebuah variable baru dengan tipe constant untuk menaruh kode unik Google Analytics anda.

Langkah ini sebenarnya optional, tapi akan sangat berguna nantinya jika anda lakukan.

Pilih variables

pasang google analytics di google tag manager

Buat variabel baru dengan klik NEW

pasang google analytics di google tag manager

Silahkan beri nama variable anda untuk mempermudah pencarian nantinya, saya biasanya menggunakan GAID. Kemudian klik variable configuration

pasang google analytics di google tag manager

Pilih tipe variable constant

pasang google analytics di google tag manager

Buka akun Google Analytics anda, kemudian buka:

Admin >> Account >> Properties >> Tracking Info >> Tracking Code

pasang google analytics di google tag manager

Copy dan Paste kode unik Google Analytics anda ke dalam variable yang anda buat.

Klik SAVE.

pasang google analytics di google tag manager

Langkah #2 – Buat Tag

Di dalam Tag Manager setiap script akan ditaruh di dalam tag. Untuk membuat tag baru silahkan klik menu Tags dan klik NEW.

cara google analytics di tag manager

Beri nama Tag baru anda, sebagai contoh saya akan memberi nama dengan GA – Pageviews. Kemudian klik Tag Configuration.

cara google analytics di tag manager

Pilih Universal Analytics dari pilihan tag type yang tampil.

cara google analytics di tag manager

Sekarang anda tinggal menambahkan variable yang anda buat tadi ke dalam tag baru ini. Caranya klik ikon variable seperti dibawah.

cara google analytics di tag manager

Kemudian pilih variable yang telah anda buat tadi.

cara google analytics di tag manager

Variable akan digunakan untuk menggantikan value dari tracking id di tag.

cara google analytics di tag manager

Inilah gunanya anda membuat variable. Ketika anda membuat tag baru anda tidak perlu repot mengetik ulang kode unik Google Analytics anda.

Cukup pilih variable saja dan kode unik pun sudah langsung terpasang dalam tag anda.

Jika anda ingin menampilkan data demografi dalam Google Analytics anda silahkan klik More Setting dan pilih Advertising.

Centang pilihan Enable Display Advertising Features.

cara google analytics di tag manager

Selanjutnya anda akan memilih trigger.

Trigger disini adalah sebuah kondisi yang akan digunakan tag manager untuk mengetahui pada saat apa suatu tag tertentu akan digunakan di website anda.

Karena tag ini adalah tag Google Analytics yang akan anda tempatkan pada semua halaman, maka trigger terbaik adalah pageviews untuk semua halaman.

Klik trigger

cara google analytics di tag manager

Pilih trigger yang akan digunakan, kita akan menggunakan All Pages karena kita ingin tag ini digunakan di setiap halaman.

cara google analytics di tag manager

Langkah #3 – Preview hasil setting anda

Untuk mengecek apakah pemasangan tag anda sudah benar atau belum anda perlu melakukan preview terlebih dahulu.

Caranya adalah dengan klik pilihan preview seperti dibawah:

cara google analytics di tag manager

Setelah itu silahkan kunjungi website anda.

Jika pemasangan tag anda sudah benar, maka akan terlihat seperti di bawah.

cara google analytics di tag manager

Tags Fired On This Page ini menunjukkan tag apa saja yang ada di halaman tersebut.

Karena anda memasang Tag Google Analytics ini untuk semua halaman, maka halaman apapun yang anda buka di website anda, akan muncul seperti diatas.

Jika anda sudah selesai mengecek pemasangan tag, silahkan matikan preview Tag Managernya seperti dibawah:

cara google analytics di tag manager

Langkah #4 – Publish

Jika anda sudah selesai melakukan setting di dalam Tag Manager dan juga sudah mengecek pemasangannya, anda perlu Publish hasil pekerjaan Anda.

Jika anda tidak melakukan langkah ini, maka tag yang baru saja anda buat tidak akan tampil di website.

Untuk publish hasil kerja anda sangatlah mudah, Anda tinggal klik tombol Publish di kanan atas Tag Manager.

cara google analytics di tag manager

Jika sudah di publish, SELAMAT… Google Analytics pun telah terpasang di dalam website anda.

Cek Pemasangan Google Analytics

Setelah anda selesai memasang tracking code di website anda, selanjutnya anda perlu melakukan pengecekan apakah tracking code tersebut sudah benar-benar tersimpan di dalam website anda.

Dan juga:

Anda perlu melakukan Cross Check langsung ke Google Analytics untuk melihat apakah aktifitas dalam website Anda sudah terekam atau belum.

Hal ini sangat penting untuk dilakukan di awal karena jika anda lupa dan ternyata pemasangan tracking code anda salah, Anda akan kehilangan data traffic yang bisa saja data tersebut justru menyimpan informasi penting tentang performa website Anda.

Berikut cara melakukan pengecekannya:

Cek #1 – Pastikan Tracking Code Sudah Benar-Benar Terpasang di Website Anda

Caranya cukup mudah, Anda tinggal melihat source code dari website Anda dan pastikan tracking code ada di dalam source code itu.

Anda bisa buka website Anda di browser sekarang juga:

Kemudian Right Click >> View Page Source (Untuk pengguna google chrome)

Carilah tracking code Google Analytics anda di dalamnya. Agar lebih cepat anda bisa menggunakan fitur “Find” di browser anda.

cek pemasangan google analytics

Jika anda bisa menemukan tracking code anda berarti Google Analytics sudah terpasang dengan baik di website Anda.

Ada beberapa kasus dimana anda tidak bisa menemukan tracking code anda padahal sebelumnya anda sudah memasang tracking code tersebut di header website anda.

Biasanya ini terjadi karena cache di server Anda. Dimana cache tersebut masih menyimpan versi lama dari website anda sebelum anda tambahkan tracking code. Jika anda mengalami hal ini anda perlu melakukan “Purge Cache” terlebih dahulu agar cache di server anda bisa memuat perubahan terbaru pada website anda.

Jika anda paham dengan Server ataupun CDN anda tentu sudah tahu bagaimana melakukan “Purge Cache”. Buat anda yang masih awam, silahkan kontak support server/hosting yang anda gunakan, mintalah mereka untuk melakukannya.

Cek #2 – Pastikan Google Analytics Sudah Bisa Merekam Aktifitas Dalam Website Anda

Di tahap ini anda tinggal memastikan saja semua aktifitas di website anda sudah terlihat di Google Analytics.

Untuk melakukannya silahkan buka Google Analytics anda sekarang dan juga kunjungi website anda di browser.

Buka Real-Time Report di sebelah kanan dan klik overview.

Jika di real-time report tersebut terlihat ada aktifitas seperti di bawah berarti Google Analytics sudah bisa merekam aktifitas di website Anda.

cek pemasangan google analytics

Sekarang Giliran Anda:

Anda bisa mulai gunakan Google Analytics untuk menganalisa aktifitas di website anda. Mulai biasakan diri anda mengambil keputusan berdasarkan data. Proses diatas adalah awal untuk melakukannya.

Jika anda ada pertanyaan seputar pemasangan Google Analytics, silahkan tinggalkan komentar di bawah.

  • Dedi says:

    cara memasang GA pada search console, gimana ya? saya bingung alamat link GA saya yg akan di inputkan di search console. hehe